Telematika2008

UGM Kembangkan Kelas Entrepreneur

Kamis, 18 Desember 2008 - 11:16 wib


YOGYAKARTA - Sejak beberapa bulan terakhir ini Universitas Gadjah Mada (UGM) tengah mengembangan kelas entrepreneur bagi para pengusaha UKM/UMKM dan industri.

Langkah ini ditempuh sebagai salah satu solusi meningkatkan kemampuan para pelaku usaha itu untuk mengembangkan bisnisnya di samping untuk mengurangi jumlah pengangguran.

"Kadang para pelaku usaha, UKM/UMKM ini kan belum punya konsep atau rencana bisnis dalam mengembangkan usahanya. Maka kita buat program agar mereka punya konsep jelas ke depannya," ujar Direktur Sekolah Pascasarjana UGM Dr Irwan Abdullah, Rabu (17/12/2008).

Dia menambahkan pembukaan kelas enterpreneur ini bekerja sama dengan pemkab/pemkot di berbagai daerah. Irwan mencontohkan kerja sama telah dilakukan dengan Pemkab Sorong, Tulangbawang (Lampung) serta Bantul. Dari Bantul ini misalnya, sedikitnya ada 60 pemuda yang ikut pelatihan kewirausahaan dari sekolah entrepreneur.

Diakui oleh Irwan, selama mengikuti pelatihan, para pemuda yang sebelumnya belum memiliki ide untuk mendirikan usaha, maka sejak mengikuti pelatihan sudah memiliki rencana bisnis (business plan) dan juga akan mengembangkan bisnis yang sudah ada.

Beberapa hasil rencana bisnis yang dibuat oleh para peserta pelatihan entrepreneur, disebutkan Irwan, untuk kategori pengembangan bisnis, jenis usaha yang akan dikembangkan di antaranya usaha kerajinan tangan sonokeling, pembuatan teh dua gunung yang sebelumnya sudah memiliki omzet 2.000 pak per bulan, direncanakan ditingkatkan menjadi 10.000 pak per bulan.

Di samping itu, ada usaha lotek gabusan yang sudah memiliki omzet sehari Rp500.000. Untuk kategori pemula beberapa peserta memiliki rencana membuka usaha di bidang souvenir cetak aluminium, usaha telur puyuh dan buka usaha tekstil produksi katun dan baju tidur.

Sementara Sekda Bantul Gendut Sudarto mengaku, sangat gembira dengan keikutsertaan 60 orang pemuda asal Bantul dalam pelatihan kewirausahaan ini. Menurutnya, keikustsertaan mereka setidaknya akan mendukung pembangunan ekonomi kabupaten Bantul yang lebih baik.

"Untuk daerah terbelakang disebutkan hanya memiliki 15 persen penduduknya yang berprofesi sebagai wirausaha, kita berharap bagaimana Bantul bisa hasilkan 50 persen masyarakatnya untuk menjadi wirausaha," jelas Gendut.
(Satria Nugraha/Trijaya/ram)

Sumber :
http://kampus.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/12/18/65/174743/ugm-kembangkan-kelas-entrepreneur